CERITA DERAMA

on Kamis, 27 November 2008

hohohoho dalam rangaka pementasan drama untuk b.indonesia
jelas kelompok U-san yang terdiri dari 8 orang pastinya mementaskan sebuah drama..
dan ini ceritanya..

Pertolongan Hans

Cahaya rembulan menerobos masuk ke kamar. Hans berbaring di atas tempat tidurnya. Ia dapat mendengar suara kucing di atap yang membuat kegaduhan denagn suaranya. Hans bangun dan duduk mengehadap jendela, melihat langit vertabur bintang dan berjata "ya, Tuhan. Engkau Maha Pengasih!"
Ia menutup mata dan air mata berjatuhan ke pipinya. Hans pergi mengigat semua kejadian yang terjadi hari ini di benaknya.

Rizka
         :menjauh dariku
seorang gadis berteriak. Ia dikelilingi oleh orang-orang bertampang jahat. Kejadian itu terjadi di sebuah lorong yang gelap sekotar pukul 06.30 pagi.
preman 1   : berikan tas itu, cantik! (mengelus dagu rizka)
Rizka
         : tidak akan!
preman 2: Oh kau berani melawan kami, ha?!
gadis itu hanya diam. para lelaki yang mengelilingi gadis itu terlihat mengerikan sekali. Lidah mereka dipakaikan anting, mata mereka merah, bibir mereka hitam, sudah dapat di tebak mereka adalah pecandu narkoba.
Rizka
: Pergi...!
preman 3: diam,kalu tidak...(melotot)
preman 4: cepat berikan tas-mu pada kami dan kami akan membebaskanmu,
Rizka          : tidak akan cih!
di pagi yang cerah, hans akan mengayuh sepedanya jke jl.Pengayoman, ia akan mengantarkan koran dan majalah pad pelanggan-pelanggan di sana. ia melihat ke keranjangnya kemudian berkata
Hans
          : ehm, lihatlah kawan, hari yang cerah bukan> iya, iya, aku akan mengantar kalian kepada para pembaca. sabar ya.
aku tak tahu kali ini berapa banyak komisi yang akan bang mamat berikan kepadaku. namu, aku yakin uang itu cukup untuk meringankan beban ibuku, setelah ayahku pergi...(lalu mengayuh sepeda)
50 meter kemudian
Rizka
         : TOLONG...!!!
preman 3: diam disitu cantik. OUCH, dasar serigala betina! lihat apa yang keu lakukan padatanganku (mengikat tangan gadis)

Rizka          :(melotot)
preman 1
:(mengelus dan menarik rambut gadis)
Rizka: OUCH ! TOLONG..!

preman 4: (menarik kalung gadis) hey kawan, lihat! bwahahahaha... kita bisa menjual ini dam membeli bayak putaw!

preman 2: bagus kawan!

Rizka : (menendang-nendang dan berusaha membebaskan diri)

mendengar sumber teriakan tersbut. tiba-tiba...
preman 3: (berteriak)
preman 1: ada apa? (punngungnya di tendang)
preman 2: ampun!(menubruk)
preman 4: (ditendang hans, jatuh, namun hans ditariknya dan jatuh tertipa sepeda)
Hans
          : lari (menyuruh rizka untuk lari)
Rizka
         : (segera mengambil tas dan hendak menusukkan pisau ke perut hans)
namun...
rendy        : hey, hentikan!!! (preman-preman berlari pergi)
rendy        : berhenti kalian!! (preman tetap berlari, rendy masih mengejar para preman tersebut)
rendy        : rizka, apa kau baik-baik saja? bagamana dengannya?(menunjuk hans)
Rizka
         : aku baik-aik saja, tapi dia masih pingsan
rizka dan rendi membawa hans ke klinik terdekat, dan beberapa menit kemudian
Hans
          : ha?! malaikat? apa aku disurga?
Rizka
         : tidak, kau masih hidup.
Hans
          : oh syukurlah, sepedaku?
Rizka
         : jangan khawatir, sepedamu dan majalahmu aman. terima kasih y, sudah menyelamatkanku, sekarang preman-preman itu sudah ditahan,
Hans
          : tidak masalah, tadi aku hanya lewat (ingin berdiri)
Rizka
         : tungu kau perlu istirahat, kau masih terliaht sakit
Hans
          : aku tidak bisa, masih ada beberapa majalah yang perlu diantar . sudahlah, sekarang aku baik-baik saja
Rizka
         : tunggu aku rizka. siapa namamu?
Hans
          : namaku hans
tiba-tiba...
Rizka
         : hans, kenalkan ini kakakku rendy, dia adalah polisi di polres Jakarta Barat
Hans
: salm kenal (bersalaman dengan rendy)
rendy        : salm kenal, teriam kasih kau telah menyelamatkan adikku.preman-preman tadi sudah kami bereskan
Hans
          :sama-sama
Rizka
         : rumahku di j.jeruk, dibelakang klinik. rumahku berwarna putih di sebelah masjid. aku ingin berlangganan koran denganmu mulai besok.
rendy        :oh iya! aku juga ingin berlangganan majalah. selama ini aku bingung , tidak ada penjual koran yang melewati rumahku. untung saja ada kau, hans. kau bisa kan mengantakan majalah untukkku?
Hans
          : oh tentu! aku akan mengantarkannya mulai besok. terima kasih atas pertolonga kalian, aku harus kembali pulang.
Rizka
         : tunggu sebentar (mengambil cokelat dalam tasnya) ini untukmu, hans
Hans
          : oh, teriam kasih, kau baik sekali.

kemudian hans pergi. di rumah ia memperhatikan coklat yang ia taruh di atas meja. ia teringat adiknya meminta ibunya membelikan cokelat ketika adiknya melihat cokelat di minimarket dejkat rumahnya. besok adalah hari ulang tahun adiknya. hans tau, apa yang seharusnya akan ia berikan di hari itu sebagai hadiah untuk adiknya.



nah..untuk nama yang diblok berwarna pink dan turqoise ialah permeran utamanya..
kalau card reader U-san sudah benar, U-san akan memeberi tahu orang2 yang bermain di darama ini..
doa'in ya biar cepet bener card reader-nya!!^0^