valentine

on Sabtu, 14 Februari 2009

happy valentine day!!!
tahun ini..hari valentine jatuh hari Sabtu..
jadi U-san bisa leluasa posting
hehehehehe

tapi..ada kelemahannya juga,pasti di mall-mall banyak bgt orang yg berpacaran
sebagai cewek yg ga punya pasangan di hari valentine..
saya iri..

hari ini...U-san mo ngasih tau sejarah "HARI VALENTINE"
sejarh ini U-san dapet dari temen
ampe minta seperti ini-->
dan akhirnya dapet juga! makasih ya Enda!!

yup..dari pada U-san ngomong hal2 yg ga penting langsung aja yuk..
sejarah kelam valentine days dimulai ketika pendeta kristen Santo Valentino minikahkan sepasang pemuda-pemudi.
Padahal, penguasa saat itu, yakni Emperor Clatius II Gothicus, melarang bujangan menikah. beranaggapan tentara yang masih bujangan akan bisa beprestasi maksimal

Tindakan Santo itu tentu saja melawan hukum. akhirnya, Santo Valentino pun dipenggal. Eksekusinya dilaksanakan pada tanggal 14 Februari yang kemudian ditahbisakan hari valentine

Pada masa Kaisar Costantine (280-378M) upacara Valentine's day melewati ambang moral dari peradaban meanapun yang pernah hadir di muka bumi. gimana nggak?? pesata dansa..dan mengirim pesan-pesan cinta..diakhiri dengan perbuatan zinah (iiihhh...jijik!)

barulah pada tahun 494 M, dewan gereja yang dipimpin Paus Galasium I mengubah upacara tersebut dengan porofikasi(pembersihan dosa) menyesuaikan denagan keimanan Kristiani. Dan sejak tahun 496 M, resmilah 15 Fevruari diperingat sebagai HARI VALENTINE

hahahahahahaha...ternyata sejarahnya panjang juga..
yaa..yg dikasih tau temen sich cuma sgitu..
mungkin aku harus banyak baa buku lagi..
supaya banyak pengetahuan lagi..

usaha persiapan kemerdekaan

on Sabtu, 07 Februari 2009

yup..
kali ini U-san mo posting tentang pengetahuan..
pengetahuanya adalah "sejarah bagaimana indonesia mempersiapkan kemerdekaannya"
semoga bagi kalian yang membaca...
rasa patriotisme dan nasionalisme-nya akan semakin tumbuh
-amin-


A. Proses Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

1.Kedatangan Jepang di Indonesia.
#Datang-->1 Maret 1942.
#Dipimpin-->Jendral Imammura.
#Di-->Banten, Indramayu, dan Bojonegoro.
#8 Maret 1942Belanda menyeraha kepada Jepangdi Kalijati, Subang, Jawa Barat.

2. Terbentuknya BPUPKI dan PPKI.
#1 Maret 1945-->BPUPKI dibentuk-->ketuanya dr. Rajiman Wedyodiningrat.
#Tujuannnya: untuk mempersiapkan hal-hal penting berkenaan dengan segi politik, ekonomi, dan tata pemerintahan yang diperlukan dalam pembentukan negara Indonesia.
#Sidang pertama BPUPKI (29 Mei- 1 Juni 1945)--> membahas masalah dasar negara Indonesia.
#Sidang kedua BPUPKI (10-16 Juli 1945)-->membahasa rancangan UUD.
#7 Agustus 1945-->BPUPKI dibubarkanPPKI dibentuk.
#Ketua PPKI: Ir. Soekarno-->wakilnya: Drs. Moh Hatta.

3.Penyusupan Dasar dan Konstitusi Negara Indonesia.
#29 Mei-1Juni 1945-->BPUPKI menyelengarakan siding pertama di gedung Cuo Sangi di Penjambon, Jakarta-->mengenai perumusan dasar negara bagi negara Indonesia.
#3 tokoh pengusul tentang rumusan: Mr.Moh Yamin, Prof. Dr. Soepomo dab Ir. Soekarno.
#29 Mei 1945-->asas dari Mr. Moh Yamin:
1)Peri Kebangsaan.
2)Peri Kemanusiaan.
3)Peri Ketuhanan.
4)Peri Kerakyatan.
5)Peri Kesejahteraan Rakyat.
#31 Mei 1945-->asas dari Dr. Soepomo.
1)Persatuaan.
2)Kekeluargaan.
3)Keseimbangan Lahir dan Batin.
4)Musyawarah.
5)Keadilan Rakyat
#1 Juni 1945-->asas dari Ir.Soekarno
1)Kebangsaan Indonesia
2)Internasionalisme atau Peri Kmanusiaan
3)Mufakat atau demokrasi
4)Kesejahteraan atau demokrasi
5)Ketuhanan Yang Maha Esa
#Sebelum sidang kedua BPUPKI membuat panitia kecil yaitu panitia sembilan
#Tanggal 22 Juni 1945-->panitia sembilan dan 38 anggota BPUPKI mengadakan pertemuan dan panitia sembilan menyampaikan dokumen yaitu Piagam Jakarta
#11 Juli 1945-->Panitia Perancang UUD menyetujuhi isi pembukaan UUD diambil dari Piagam Jakarta (Jakarta Charter)
#Panitia perancang UUD membentuk panitia kecil--> menyemournakan danmenyusun kembali rancangan UUD yang telah dsiepakati
#14 Juli 1945 BPUPKI menerima laporan dari Ir. Soekarno yang terdirri dari 3 hal:
1)Peryataan Indoneseia Meredeka.
2)Pembukaan UUD.
3)Batang Tubuh UUD

4.Perbedaan dan Kesepakatan dalam Sidang-Sidang BPUPKI
(a) Dalam sidang BPUPKI pertama pada 29 Mei- 1 Juni 1945 terdapat perbedaan pendapat tentang dasar negara & anggota-anggota berbeda pendapat mengenai bentuk negara.
(b)Dalam sidang BPUPKI kedua mucul juga perbedaan mengenai wilayah NKRI.

B.Peristiwa-Peristiwa Proklamasi hingga Terbentukknya NKRI

1.Akhir Perang Asia Pasifik
#7-8 Mei 1942-->sekutu berhasil memukul mundur kekuatan Jepang dalam pertempuran di laut
#7 Septermber 1944-->Perdana Menteri Koiso mengeluarkan janji kemerdekaan
#9 Agustus 1945-->Jendral Terauchi memanggil Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta dan, dr. Rajimanuntuk memberitahu bahwa Jepang memberikan kemerdekaan pada tanggal 24 Agustus 1945
#6&9 Agustus 194--> kota Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh Amerika
#10 Agustus 1945-->Jepang mengajukan permintaan damai namun ditolak
#15 Agustus 1945-->Hirohito berhenti bermusuhan dengan sekutu
#Sutan Syarirmendesak ke-2 pemimpin bangsa tersebut untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
#Melakukan kegiatan mempersiapkan dan menyongsong kemerdekaan Indonesia

2. Peristiwa Rengasdengklok
#Chaerul Saleh-->pertemuan di Gedung Lembaga Bakterilogi-->Jl. Pegangsaan Timur N. 17 Jakarta
#Di Jl. Pegangsaan Timur No.56 Jakarta-->Soekarno akan memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 1945
#16 Agustus 1945-->membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok
# akhirnya Soekarno menyetujui proklamasi akan diucapkan tanpa campur tangan pihak Jepang
#Ahmad Soebarjo memberi jaminan bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan tgl 17 Agustus 1945

3.Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
#Ahmad Soebardjo berhasil meminjam tempat Laksamana Maeda-->untuk membahas segala persiapan proklamasi
#Pda 17 Agustus 1945 pukul 04.00-->Soekarno membacakan rumusan naskah proklamasi dan disetujui oleh hadirin
#Sayuti Melik-->mengetik naskah teks proklamasi
#Pembacaan naskah proklamasi-->di kediaman Ir. Soekarno

4.Pernyataan Proklmasi Kemerdekaan Indonesia
#Proklamasi dibacakandi kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta
#Mr. Wilopo-->menyiapkan peralatan yang diperlukan dalam pembacaan terks proklamasi
#Suhud-->menyiapkan tiang bendera
#Upacara proklamasi kemerdekaan berlangsung tanpa protocol
#Setelah pembacaan proklamasi, acara dilajutkan dengan pengibaen sang saka Merah Putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya

5.Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
#menyebarluasan berita proklamasi dalam bentuk tulisan, atau disampaikan melalui mulut ke nulut
#M.Zaelani, Uteh Riza Yahya, Sulistio, dan Ahmad Tahir-->menyebarkan proklamasi di Sumatera
#Masri, Munir, Moh. Noor-->menyebarkan di Kalimantan
#melalui siaran radio Domei

6.Terbentukknya Neara dan Pemerintahan Republik Indonesia Berserta Kelengkapannya
#18 Agustus 1945-->PPKI melakukan sidang pertama dengan keputusan:
1)Mengesahkan dan menetapkan UUD 1945
2)Memilih dan menetapkan Ir. Sokarno dan Moh. Hatta sebagai presiden dan wakil presiden
3)Sebelum terbentuk MPR, pekerjaan presiden untuk sementara dibantu oleh sebuah Komite Nasional
#19 Agustus 1945-->PPKI melakukan sidang ke-2 dengan keputusan:
1)Menetapkan 12 kementrian dalam lingkungan pemerintahan
2)Membagi daerah RI dalam 8 provinsi
#22 Aagustus 1945--> sidang PPKI ke-3-->dengan keputusan untuk membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat dan Daerah, Partai Nasional Indonesia dan Badan Keaman Indonesia

7.Dukungan Spontan dan Tindakan Heroik di Berbagai Daerah

a. Rapat Raksasa di Lapangan Ikada
#19 September 1945-->massa berbondong-bondong membajiri Lapangan Ikada
#Di Lapangan Ikada-->Ir. Soekarno hanya berpidato singkat ia meminta kepercayaan dan dukungan rakyat kepada pemerintahan Republik Indonesia

b.Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX (September 1945)
#5 September 1945-->dengan spontan Hamengkubuwono IX menyatakan bahwa Yogyakarta bergabung dengan RI.

c.Berbagai Tindakan Heroik di Daerah
1)Surabaya-->September 1945 terjadi perebutan senjata di gudang mesiu Don Bosco, perebutan markas tentara Jepang dab pabrik-pabrikm narjas kenpeitai diserbu rakyat
2)Yogyakarta-->26 September 1945 perebutan kekuasaan, para pemuda dan BKR bergabung menyerbu tangsu Jepang dan melucutinya.
3)Semarang-->Pertempuran 5 hari(15-20 Oktober 1945)
4)Bandung-->perebutan senjata dan gedung-gedung pemerintahan pemerintahan (akhir Sempetember)
5)Makassar-->Gorontalo merebut senjata-sanjata di markas-markas Jepang(13 Semptember 1945)
6)Pulau Sumbawa-->para pemuda merebut senjata di markas-markas Jepang(Desember 1945)
7)Bali-->Pemuda melakukan penyerangan terhadap kedudukan Jepang.
8)Aceh-->Para pemuda mengambil alih kantor-kantor pemerintaha Jepang, melucuti senjatanya, dan mengibarkan bendera Merah Putih
9)Palembang-->Perebutan kekuasaan di Palembang berlangsung tanpa insiden
10)Kalimantan-->8.000 orang berkumpul di depan kompleks NICA sambil mengarak bendera merah putih dengan gagah berani

sebenarnya sich ini tugas ringkasan yang disuruh sama guru..
cuma ku copy-paste dari ms.word! hehehehe

yaa..tp gapapa kan?? hitung2 nambah pengetahuan tentang INDONESIA TERCINTA ini!

I LOVE U INDONESIA

Rumusan-rumusan

on Jumat, 14 November 2008


Rumusan pancasila menurut Moh.Yamin
Lisan:
1.Peri Kebangsaan
2.Peri Kemanusiaan
3.Peri Ketuhanan
4.Peri Kerakyatan
5.Keadilan sosial
Tertulis:
1.Ketuhanan Yang Maha Esa
2.Rasa Persatuan Indonesia
3.Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Piagam Jakarta
1.Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /pewakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Pembukaan UUD 1945
1.Ketuhanan Yang Maha Esa
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan konstitusi RIS 27 Desember 1949
1.Ketuhanan Yang Maha Esa
2.Peri kemanusiaan
3.Kebangsaan
4.Kerakyatan
5.Keadilan sosial

Rumah adat Kalimantan Tengah (BETANG)

on Sabtu, 25 Oktober 2008


beberapa minggu yang lalu..aku diberi tugas mempresentasikan RUMAH ADAT apa aja dengan mencari informasinya di TMII(Taman Mini Indonesia Indah).

nah..ini dia hasil laporanku dari TMII dan ada beberapa tambahan dari internet(^o^)

BETANG

Orang Dayak asli mempunyai rumah yang besar-besar dan tinggi-tinggi, namanya dalam bahasa Dayak Kalimantan Tengah ialah betang

Ruang pada rumah Betang suku Dayak Ngaju, dapat dikelompokan dalam 3 bagian, yang pertama ruang utama rumah, yang kedua ruang bunyi gong, dan yamg ketiga adalah ruang ragawi yang tidak kelihatan. Ruang utama adalah ruang yg mehubungkan manusia dengan alam surgawi. Ruang kedua adalah ruang yg menghubungkan manusia dengan penghuni surgawi, dan yang ketiga adalah ruang surgawi yang juga adalah ruang ragawi. Sementara itu kematian adalah hal terpenting dalam kehidupan masayarakat suku Dayak Ngaju, karena melalui kematian maka roh seorang Dayak dapat diberangkatkan ke dalam alam sorgawi, melalui upacara Tiwah. Dimana didalamnya terdapat ritual tabuh yang bermakna penyucian.

Tuliasan ini mengetengahkan keberadaan ruang2 tersebut pada rumah Betang di desa Tumbang Malahoi dan betang Koktik yg menunjukan kesamaan gambaran akan cara berarsitektur yang unik untuk mencapai pembentukan ruangnya. Melalui indetifikasi ruang-ruang pada rumah Betang dab dengan memahami bagian-perbagian bengunan rumah Betang secara arsitektural, kemudian menhubungkannya dengan cara berankatnyaroh ke alam surgawi dalam ritual Tabuh pada upacara Tiwah dapat dipahami bahwa, makna ruang pada arsitektur rumah Betang Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah merupakan gambaran akan dua ruang yaitu ruang manusia dan ruang surgawi, yang tidak mengenal ruang bagi pendosa.

Rumah betang adalah rentetan rumah pribadi yang bersambung menjadi satu-kesatuan. Panjangnya bervariasi antara 9-15 m.  Rumah itu dibangun dengan kontruksi dari kayu belian yang kokoh. Tiang-tiang utamanya berukuaran 20 x 40 cm. Tiap bilik/ lawang(pintu) membutuhkan kurang lebih 24 tiang utama seperti itu, yang ditunjang dengan puluhan tiang lainnya. Sebatang tiang utama membutuhkan 10-15 orang untuk mengangkutnya.

Separuh dari rumah betang adalah bagian terbuka. Bagian ini desebut radakng(serambi) yang digunakan untuk berbagai kegiatan keseharian para penghuninya, seperti ritual adat, mengayam kerajinan tangan.

Bagian yang tertutup disebut bilik atau lawang. Bilik aatau lawang ini digunakan penghuninya sebagai rumah keluarga. Aktivitas keperluan keluarga seperti memasak, tidur dilakukan di bilik tersebut.

Rumah betang Suku Dayak memiliki keunikan tersendiri. Bentuknya memanjang lurus di atas 100m, bertiang panggung berketinggian di atas 1m dan beratap sirap dari kayu ulin. Di dalam rumah betang terdapat puluhan bilik dan satu bilik dihuni satu keluarga. Pintu akses ke da;am mesti melalui tangga dari bawah kolong yang terbuat dari kayu bulat dilengkapi anakan tangga demi mempermudahkan pijakan.

dengan ukuran dimensi seperti yang disebutkan diatas, betang dapat menampung sampai 100-200 jiwa sehingga dapat menampung sekuruh sank keluarga. Dengan kondisi seperti ini, dimana seluruh sanak keluarga hidup dalam satu betang, maka betang dapat dikatakan sebagai rumah suku, yang dipimpin oleh Bakas Lewu atau kepala suku.

dasar yang digunakan dalam penentuan tinggi betang yaitu tinggi orang menumbuk padi dengan mengunakan alo/atan, sehingga pada saat menumbuk padi, alo/atan tidak tersangkut pada lantai betang.

Di dalam rumah terdapat kamar yang berpetak-petak. Dan diruangan muka ada tempat menerima tamu atau tempat pertemuan. Biasanya tangga dan pintu rumah betang haya satu yang terbuat dari kayu besi bulat panjang. Tangga ini dinamai hejan/hecot. Dibelakang rumah ada balai kecil yang berfungsi sebagai tempat menyimpang lesung untuk menumbuk padi.

Bagian-bagian betang dan bangunan lainnya

betang biasaya terdiri atas beberapa bagian penting, yaitu betang huma, artinya rumah/bangunan utama sebagai tempat tidur, ruang (los) tempat tamu yang menginap, kemudian bagian dapur, yaitu bagian yang seolah-olah terpisah dari bangunan utama. Diantara bangunan utama dengan dapur terdapat suatu bagian yang disebut karayan, yang berfungsi sebagai penghubung antara bangunan utama dengan bagian dapur. Baik bagunan utama, dapu dan karayan, tinggi tiang-tiangnya sama yaitu sekitar 2,5 -3m.

bagian dapur tidak bebeda dengan bangunan rumah biasa, yaitu bisa betuk segi empat atau juga bentuk memanjang. Luasnya lebih kecil dari bangunan utama, yaitu disekitar atau sejajar dengan panjang bangunan utama. Sedangkan karayan adalah semacam pelataran. Karayan berfungsi disamping penghubung antara dapur dengan bangunan utama (bangunan antara dapur dengan bagunan utama tidak berdempetan), juga sebagai tempat istirahat (santai) atau juga sebagai tempat menyimpan sementara hasil hutan. Betang hanya memiliki satu dapur sehinga seluruh sanak keluarga/penghuni betang menggunakan dapur secara bergantian.

Selain itu, disekitar betang juga terdapat beberapa bangunan kerangking, petahu dan sandung. Kerangking atau juga disebut jorong atau tukau adalah balai kecil yang befungsi sebagai tempat menyimpang alat-alat bertani atau berladang  dan juga untuk menyimpan alu dan lisung. Petahu atau juga disebut pengantoho adalah rumah kecil yang berfungsi sebagai rumah menyimpan tulang-tulang kerabat yang telah meninggal dan telah di proses upacara tiwah. Disamping itu, juga terdapat sapundu yaitu patung berukuran tinggi yang berfungsi untuk tiang pengikat binatang-binatang yang akan dikorbankan pada saat upaca adat.

Susunan huma dan fungsinya

Dalam huma betang, terdapat ruangan-ruangan antara lain ruang/kamar tidur dan satu buah los. Ruang tempat tidur dibuat berjejer, artinya setiap pintu kamar/ruang tidur semuanya menghadap ke ruang los. Ruang los dibuat sepanjang bangunan utama, dengan lebar kira-kira seperempat lebar bangunan utama sedangkan tiga perempat bangunan utama seluruhnya dipergunakan sebagai ruang/kamar tidur. Luas kamar tidak tergantung kebutuhan, tetapi harus sama luasnya.

Fungsi ruang/ kamar tidur sudah jeals sebagai kamar tidur satu keluarga. Semua harta dimasukkan dalam kemar tidur masing-masing. Sedangkan ruang los berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamuaei (perantau) atau keluarga dari tempat jauh yang ingin menginap. Pada dinding du ruang los ditempel atau diletakkan beberapa kepala/ tanduk manjangan, yang berfungsi sebagai tempat menggantungkan senjata tajam milik penginap, seperti mandau atou tombak.

Betang sebagai tempat pertahanan

Dimensi betang yang umumnya tinngigi mempunyai makna yang strategis. Umumnya suku Dayak membangun rumah disepanjang sungai dengan arah menhadap ke sungai. Kondisi ini seperti ini tentunya potensial untuk mengalami banjir. Dalam hal ini, maka salah satu tujuan tiang-tiang  yang tinggi tersebut yaitu menghindari banjir yang mungkin terjadi. Selain itu, dengan kondisi yang tinggi tersebut juga dapat berfungsi tempat pertahanan dari musuh yang datang menyerang tiba-tiba atau dari serangan binatang buas. Perlu diketahui bahwa dalam tradisi suku Dayak, penyerangan musuh dengan cara membakar rumah pada zaman dahulu tidak ada atau pantang dilakukan sehingga serangan musuh dengan cara membakar rumah tdak akan terjadi. Satu hal yang menarik yaitu bahwa dalam pembuatan daun pintu, dibuat sedemikian rupa sehingga untuk membuka dan menutup digunakan tangan kiri. hali ini dimaksudkan yaitu apabila ada tamu dengan maksud baik maka tangan kanan digunakan untuk mempersilahkan masuk tetapi apabila ada tamu dengan maksud jahat langsung menyerang maka tangan kana dapat dengan lincah digunakan untuk menangkis serangan tersebut.

Nilai estetika

Nilai estetika betang selain pada tampilan luar, juga pada ukiran-ukiran yang ada pada setiap bagunan. Ukiran-ukiran ini diletakkan pada tempat-tempat yang dilihat seperti pada bumbungan rumah, depan rumah, atas jendela, di daun pintu, di ruang tamu dan lain-lain. Selain itu, nilai estetika juga dapat dengan mudah dilihat pada sapundu dan sandung yang biasanya terdapat di halaman depan rumah.

Sedangkan nilai estetika atau tingkah laku dapat dilihat dari bahan-bahan tertentu yang digunakan dalam membuat bangunan. Untuk membangun tiang, sedapat-dapatnya dicari pohon kayu ulin yang telah berumur tua. Hal ini melambangkan kekuatan dan kesehatan sehingga diharapkan bagunan dapat bertahan lama dan jika sudah ditempati, penghuninya diharapkan senantiasa mendapat kesehatan baik. Ukiran pada bangunan umumnya melambangkan penguasa bumi, penguasa dunia atas dan dunia bawah, yang dilambang dengan ukiran burung tingang dan kepala naga, yang masing-masing kepala harus horizontal yang dalam bahasa Dayak Nganju disebut tanggar, tidak boleh menegadah sebab saat itu berrti naga atau burung tingang hanya mencari rezekinya untuk dirinya sendiri, tidak mendatangkan rezeki kepada bagi penghuni rumah tersebut. Sebaliknya ukiran kepala tingang dan kepala naga tidak boleh tunduk sebab itu berarti akan membawa sial bagi penghuninya..

wuih..capek juga ngetik ya??

ya..itu sich hasil laporan yang dibaca oleh guru seni budaya dan yang di presentasikan di depan kelas, kata gurunya sich BAGUS! sudah berjuang keras memberikan detail-nya tp kurang fotonya..

memang seperti itulah adanya..mohon maaf klo kurang foto dan klo ada salah-salah kata ya!!^^